13 Juli

PPLIPI Beri Bantuan Permodalan 3100 Perempuan Pelaku Usaha Kecil

Oleh Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia Kategori Berita DPP

Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) menyerahkan bantuan permodalan kepada 3.100 perempuan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dengan tujuan lebih  memberdayakan perempuan Indonesia.

"Program bagi perempuan UKMM ini menjadi prioritas kami untuk sekala nasional," kata Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat PPLIPI, Indah Suryadharma Ali dalam acara yang dihadiri 2.000 pelaku UMKM bertempat di SMESCO Convention Hall Jakarta, Rabu. 

Lebih jauh Indah mengatakan, latar belakang didirikannya PPLIPI berangkat dari keprihatinan dengan nasib perempuan sehingga perlu adanya wadah untuk memberdayakan perempuan yang kemudian berhasil diwujudkan pada 17 April 2016.

Sekjen PPLIPI, Maya Miranda Ambarsari mengatakan,  Lintas Profesi dalam PPLIPI merupakan  ciri khas dan kekuatan organisasi, di mana seluruh perempuan yang memiliki profesi apapun, dalam pengertian positif diberi “wadah" agar dapat berkontribusi bagi negara. 

"Wadah bagi para perempuan untuk berbuat sesuatu bagi sesama perempuan Indonesia yang masih kurang beruntung, sesuai profesi, latar belakang pendidikan, maupun minatnya, baik dalam bentuk menyumbangkan pemikiran, ilmu, akses, pengalaman, peluang bahkan materi," ujar Maya menambahkan.

Jika dikaitkan dengan istilah UMKM, namun para penerima bantuan permodalan dari PPLIPI, sejatinya adalah pedagang kelas kaki lima, yang menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno pada Desember 2017, terminologinya diganti menjadi pengusaha kecil mandiri. 

Jenis usaha kelas Kecil mandiri ini, adalah jenis usaha yang menjadi pilihan para perempuan Indonesia, bila perekonomian keluarga atau perekonomian rumah tangga kurang mendukung. Pertimbangannya, karena selain modal tidak seberapa, juga tidak terlalu membutuhkan ketrampilan maupun keahlian secara khusus, serta dapat dilakukan di sela-sela aktivitas mengurus keluarga dan rumah tangga. 

"Karena itu, Usaha semacam ini merupakan fenomena yang dapat ditemui di mana pun dan ke arah manapun kita berpaling. Dalam radius kurang dari 1 km, disekitar kita akan kita lihat mulai dari pedagang Nasi Uduk, Lontong Sayur, Minuman, Gorengan. buah dan sayuran," jelas Indah.

Meski omset tidak seberapa, karena modalnya juga relatif kecil, namun omset ini menjadi mesin utama pemutaran roda kehidupan keluarga, yang menunjang kebutuhan paling dasar, sehari-hari.

Ironisnya, para pelaku pedagang kaki lima atau pedagang kecil mandiri ini, umumnya tidak memiliki akses untuk mendapatkan pinjaman modal. Sehingga, umumnya para pedagang kelas ini, tidak dapat meningkatkan usahanya karena terkendala masalah modal. 

PPLlPl, jelas Indah, hadir untuk menjembatani para pedagang seperti ini dengan pihak-pihak yang memiliki kelonggaran dalam bidang materi. Dengan menghimpun dana zakat-infak dan sedekah pengurus PPLlPl dan para Simpatisan PPLlPl, maka pemberdayaan perempuan secara ekonomi untuk para Pedagang Kecil Mandiri, dapat diselenggarakan. 

Julia Chairani selaku ketua panitia penyelenggara kegiatan ini mengatakan, kalau tahun 2016, ada 1.200 penerima bantuan, lalu tahun 2017, jumlah meningkat sedikit menjadi 1.300. Tahun ini, dengan dukungan PPLlPl di tingkat Wilayah, maka total penerima bantuan mencapai 3.100 orang. 

"Kalau ditotal angkanya sudah mencapai 5.600 perempuan pelaku UMKM yang kami bantu, itu sudah  diatas rekor MURI," ujarnya. 

Julia menyadari jumlah itu kalau dibanding dengan jumlah perempuan pedagang kecil mandiri, mungkin relatif masih terlalu sedikit. 

"Kami akan terus mengupayakan dan mensosialisasikan kegiatan ini di seluruh tingkat kepengurusan PPLlPl, baik di tingkat Provinsi (DPW), tingkat Kabupaten/Kota (DPC) maupun tingkat Kecamatan (PAC), kami juga berharap dengan dicatatnya kegiatan ini dalam rekor MURI, masyarakat luas akan terinspirasi dan termotivasi untuk melakukan hal yang sama," ujar dia. 

Hadir dalam kegiatan ini Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga.

Komentar
    • Belum Ada Komentar
Tambahkan Komentar

Indonesia English